Tampilkan postingan dengan label http://go-investor.com/?id=Marel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label http://go-investor.com/?id=Marel. Tampilkan semua postingan

Selasa, Desember 11, 2007

DIABETES MELLITUS, (PENYAKIT GULA / KENCING MANIS)

Diabetes Mellitus : adalah penyakit yang timbul akibat tidak cukupnya produksi hormon insulin dalam tubuh atau karena adanya resistensi sel-sel tubuh terhadap insulin.

Insulin, adalah hormon yang dihasilkan oleh kelenjar pancreas dalam tubuh kita yang berfungsi mengendalikan jumlah glukosa (gula) dalam aliran darah serta kecepatan penyerapan glukosa kedalam sel-sel tubuh. Sel-sel tubuh memerlukan glukosa untuk energi (tenaga). Pada penderita diabetes, terjadi penumpukan kadar gula didalam aliran darah ketimbang masuk dan digunakan oleh sel-sel tubuh, dan ini menyebabkan terjadinya peninggian kadar gula dalam darah yang tidak normal atau hiperglysemia. Pada gilirannya hiperglysemia ini akan merusak pembuluh darah, dan seterusnya dapat menyebabkan penyakit pada mata, jantung, dan terjadinya peripheral dan autonomic neuropathy (kerusakan syaraf di dianggota gerak dan organ-organ dalam), serta diabetic nephropathy (kerusakan ginjal).

DIABETES MELLITUS
(PENYAKIT GULA / KENCING MANIS)

Diabetes Mellitus : adalah penyakit yang timbul akibat tidak cukupnya produksi hormon insulin dalam tubuh atau karena adanya resistensi sel-sel tubuh terhadap insulin.

Insulin, adalah hormon yang dihasilkan oleh kelenjar pancreas dalam tubuh kita yang berfungsi mengendalikan jumlah glukosa (gula) dalam aliran darah serta kecepatan penyerapan glukosa kedalam sel-sel tubuh. Sel-sel tubuh memerlukan glukosa untuk energi (tenaga). Pada penderita diabetes, terjadi penumpukan kadar gula didalam aliran darah ketimbang masuk dan digunakan oleh sel-sel tubuh, dan ini menyebabkan terjadinya peninggian kadar gula dalam darah yang tidak normal atau hiperglysemia. Pada gilirannya hiperglysemia ini akan merusak pembuluh darah, dan seterusnya dapat menyebabkan penyakit pada mata, jantung, dan terjadinya peripheral dan autonomic neuropathy (kerusakan syaraf di dianggota gerak dan organ-organ dalam), serta diabetic nephropathy (kerusakan ginjal).

Penyakit diabetes digolongkan kedalam dua kelompok besar, yaitu: Diabetes Type 1 atau dikenal dengan Insulin Dependent Diabetes Mellitus (IDDM); dan Diabetes Type 2 atau Non Insulin Dependent Diabetes Mellitus (NIDDM).

Diabetes Type 1, melibatkan sekitar 5 – 10% dari keseluruhan penderita diabetes, dan biasanya muncul pada usia muda. Penyakit ini termasuk kedalam penyakit autoimmune disease dimana sistem kekebalan tubuh si penderita menyerang dan merusakkan sel-sel pancreas yang menghasilkan insulin. Para peneliti menyatakan bahwa hal ini mungkin sebagai akibat dari suatu respons kekebalan yang terjadi setelah terjadinya suatu infeksi oleh virus.

Diabetes Type 2, yang merupakan bentuk tersering dari penyakit diabetes, melibatkan 90 – 95% dari kesulurahan penderita diabetes. Pada penderita diabetes Type 2, pancreas masih menghasilkan insulin, namun jumlahnya tidak cukup untuk memenuhi energi sel-sel. Selain itu sel-sel juga mungkin resisten terhadap pengaruh insulin yang tidak memadai dalam aliran darah. Banyak orang menderita diabetes type 2 dan sama sekali tidak menyadarinya. Diabetes type 2 ini biasanya mulai muncul pada usia lebih lanjut, namun dewasa ini menjadi lebih sering muncul pada mereka yang berusia lebih muda. Yang menjadi faktor resiko untuk timbulnya diabetes type 2 termasuk, diet, berat badan, ras, usia, kurang latihan jasmani, dan juga faktor keturunan (heredity). Di Amerika Serikat, penyakit ini lebih banyak terjadi pada orang-orang Amerika Latin, Indian, Afro-Amerika dan orang-orang Asia Amerika dari pada ras Caucasian. Malahan dalam tiga puluh tahun belakangan ini, jumlah penderita dikalangan Afro-Amerika meningkat tiga kali lipat.

Selain itu ada lagi jenis diabetes yang muncul ketika seseorang hamil yang disebut Gestational Diabetes, yang melibatkan sekitar 4% dari wanita hamil. Perobahan hormonal ketika hamil dapat mempengaruhi resistensi tubuh terhadap insulin. Kebanyakan kondisi ini akan hilang setelah melahirkan, namun tampaknya ini merupakan indikasi bahwa wanita tersebut cenderung akan menderita diabetes type2 pada usia lebih lanjut.

Bisa pula ditemukan orang dengan penurunan toleransi terhadap glukosa atau Impaired Glucosa Tolerance (IGT), yaitu suatu kondisi yang melibatkan sekitar 11 % orang Amerika dewasa. Pada mereka dengan IGT, kadar gula darah lebih tinggi dari normal tetapi tidak diabetes. Namun demikian 2% dari mereka yang IGT akan berkembang menjadi diabetes.

Di Amerika Serikat, diabetes adalah penyakit penyebab kematian nomer 6, tetapi merupakan penyebab utama kebutaan pada mereka yang berada pada usia 20 – 70 tahun. (Phyllis A. Balch, CNC , James F. Balch, MD. Prescription for Nutritional Healing, 3rd ed., AVERY – New York)

Gejala-gejala Diabetes Mellitus:
Bila belum ada komplikasi, seorang penderita diabetes mungkin tidak menyadari kalau dia menderita diabetes, karena gejala-gejalanya tidak begitu diperhatikan, apa lagi bagi kita yang hidup dinegara tropis yang suhunya selalu panas. Gejala-gejala yang umum adalah : merasa haus, merasa lapar dan banyak buang air kecil yang biasa di nyatakan dengan 3 P yaitu, polydipsi (haus), poliphagi (lapar) dan polyuri (banyak kencing). Namun bila sudah ada komplikasi, maka yang lebih menonjol adalah gejala komplikasinya, seperti kebutaan, gangren (ujung-ujung kaki luka dan busuk), sakit ginjal, dsb. Dan kalau sudah ada komplikasi berarti penyakitnya sudah pada tahap lanjut dan lebih sukar ditanggulangi.

Tes untuk dibates yang dapat dilakukan sendiri

Tes untuk mengetahui diabetes type 1 atau type 2 secara sederhana dapat dilakukan sendiri di rumah, walaupun hasilnya kurang akurat dibandingkan dengan hasil dari laboratorium.

Tes untuk Diabetes type 1:

Anda harus membeli strip tes untuk glukosa dari plastik di apotik /tempat lain.

Tusuk salah satu jari tangan anda dengan jarum atau dengan alat penusuk dari plastik dan teteskan setetes darah ke strip yang telah anda beli tadi.

Tunggulah satu menit (sesuai petunjuk yang ada di tabung strif) dan bandingkan warna yang terjadi pada strip dengan daftar warna yang menunjukkan beragam kadar glukosa yang ada di dinding ditabung.

Tes dapat pula dilakukan dengan menggunakan alat elektronik yang langsung menunjukkan angka kadar gula anda. Caranya sama dengan tes diatas namun ini menggunakan alat elektronik. Berikut adalah kadar-kadar gula yang menjadi panduan:

000 - 110 mg% : normal
110 - 126 mg% : Impaired Glucosa Tolerance (IGD) / borderline
000 - 126 mg% selama masa dua atau tiga hari : diabetes.

Tes Diabetes type 2:

Mereka yang menderita diabetes type 2, biasanya tidak dapat merasakan (mencicipi) rasa manis. Ketidak normalan ini memegang peran penting dalam bagaimana mereka yang menderita diabetes merasa rasa makanan mereka , dan juga dalam hal bagaimana mereka mematuhi aspek diet dari pengobatan mereka.

Tes berikut ini dapat menentukan apakag ada gangguan untuk rasa manis:

Jangan mengkonsumsi bahan-bahan yang merangsang (kopi, teh, soda, dsb) atau yang manis-manis satu jam sebelum dilakukan tes.

Isi 7 gelas yang sama dengan masing-masingnya 8 ons air putih, kemudian pada masing-masing gelas diberi label sebagai tidak ada gula, ¼ sendok teh gula, ½ sendok teh gula, 1 sendok teh gula, 1½ sendok teh gula, 2 sendok teh gula, dan 3 sendok teh gula. Jadi kedalam masing-masing gelas masukkan gula sesuai dengan yang tersebut diatas. Suruh orang lain yang mengerjakan hal itu dan letak gles juga diacak.

Pakaikan straw dan isap tiap-tiap gelas, kemudian tulis kadar gula yang ada di gelas yang diisap. Dan diantara-antara mengisap satu gelas dengan gelas lain, anda harus berkumur dengan air putih.

Orang sehat pada umumnya akan menyadari rasa manis, bila satu sendok teh gula atau kurang ditambahkan kedalam gelas yang berisi 8 ons air putih. Namun sebaliknya, mereka yang menderita diabetes yang menyerang di usia lanjut (diabetes type 2), biasanya tidak akan menyadari rasa manis tersebut, hingga 1½ sampai 2 sendok teh gula ditambahkan kedalam air tersebut.

Penatalaksanaan:

Dalam penanggulangan penyakit diabetes, yang terpenting adalah pengaturan diet, agar kadar gula tubuh dapat dikendalikan dengan baik. Disamping itu latihan jasmani juga merupakan bagian yang tak bisa dipisahkan dari program penanggulangan diabetes. Baru setelah dengan pengaturan diet dan latihan jasmani kadar gula belum dapat dikendalikan dengan baik, maka beragam jenis obat-obatan dapat ditambahkan kedalam program, baik berupa obat-obatan kimia sintetik maupun yang berasal dari tanaman-tanaman, dsb. Untuk itu anda harus membicarakannya dengan dokter anda masing-masing. Disamping harus mempertahankan kadar gula darah, dalam penanggulangan diabetes, kadar lemak juga harus diperhatikan dan harus dikendalikan pula, karena bila tidak, komplikasi berupa sakit jantung, darah tinggi, dll mudah terjadi.

Selasa, November 27, 2007

Keajaiban Kata-kata Seorang Ibu

Jakarta, Hukum kekekalan energi dan semua agama menjelaskan bahwa apapun yang kita lakukan pasti akan dibalas sempurna kepada kita. Apabila kita melakukan energi positif atau kebaikan maka kita akan mendapat balasan berupa kebaikan pula. Begitu pula bila kita melakukan energi negatif atau keburukan maka kitapun akan mendapat balasan berupa keburukan pula. Kali ini izinkan saya menceritakan sebuah pengalaman pribadi yang terjadi pada 2003.

Pada September-Oktober 2003 isteri saya terbaring di salah satu rumah sakit di Jakarta. Sudah tiga pekan para dokter belum mampu mendeteksi penyakit yang diidapnya. Dia sedang hamil 8 bulan. Panasnya sangat tinggi. Bahkan sudah satu pekan isteri saya telah terbujur di ruang ICU. Sekujur tubuhnya ditempeli kabel-kabel yang tersambung ke sebuah layar monitor.

Suatu pagi saya dipanggil oleh dokter yang merawat isteri saya. Dokter berkata, "Pak Jamil, kami mohon izin untuk mengganti obat ibu". Sayapun menjawab "Mengapa dokter meminta izin saya? Bukankan setiap pagi saya membeli berbagai macam obat di apotek dokter tidak meminta izin saya" Dokter itu menjawab "Karena obat yang ini mahal Pak Jamil." "Memang harganya berapa dok?" Tanya saya. Dokter itu dengan mantap menjawab "Dua belas juta rupiah sekali suntik." "Haahh 12 juta rupiah dok, lantas sehari berapa kali suntik, dok? Dokter itu menjawab, "Sehari tiga kali suntik pak Jamil".

Setelah menarik napas panjang saya berkata, "Berarti satu hari tiga puluh enam juta, dok?" Saat itu butiran air bening mengalir di pipi. Dengan suara bergetar saya berkata, "Dokter tolong usahakan sekali lagi mencari penyakit isteriku, sementara saya akan berdoa kepada Yang Maha Kuasa agar penyakit istri saya segera ditemukan." "Pak Jamil kami sudah berusaha semampu kami bahkan kami telah meminta bantuan berbagai laboratorium dan penyakit istri Bapak tidak bisa kami deteksi secara tepat, kami harus sangat hati-hati memberi obat karena istri Bapak juga sedang hamil 8 bulan, baiklah kami akan coba satu kali lagi tapi kalau tidak ditemukan kami harus mengganti obatnya, pak." jawab dokter.

Setelah percakapan itu usai, saya pergi menuju mushola kecil dekat ruang ICU. Saya melakukan sembahyang dan saya berdoa, "Ya Allah Ya Tuhanku… aku mengerti bahwa Engkau pasti akan menguji semua hamba-Mu, akupun mengerti bahwa setiap kebaikan yang aku lakukan pasti akan Engkau balas dan akupun mengerti bahwa setiap keburukan yang pernah aku lakukan juga akan Engkau balas. Ya Tuhanku… gerangan keburukan apa yang pernah aku lakukan sehingga Engkau uji aku dengan sakit isteriku yang berkepanjangan, tabunganku telah terkuras, tenaga dan pikiranku begitu lelah. Berikan aku petunjuk Ya Tuhanku. Engkau Maha Tahu bahkan Engkau mengetahui setiap guratan urat di leher nyamuk. Dan Engkaupun mengetahui hal yang kecil dari itu. Aku pasrah kepada Mu Ya Tuhanku. Sembuhkanlah istriku. Bagimu amat mudah menyembuhkan istriku, semudah Engkau mengatur milyaran planet di jagat raya ini."

Ketika saya sedang berdoa itu tiba-tiba terbersit dalam ingatan akan kejadian puluhan tahun yang lalu. Ketika itu, saya hidup dalam keluarga yang miskin papa. Sudah tiga bulan saya belum membayar biaya sekolah yang hanya Rp. 25 per bulan. Akhirnya saya memberanikan diri mencuri uang ibu saya yang hanya Rp. 125. Saya ambil uang itu, Rp 75 saya gunakan untuk mebayar SPP, sisanya saya gunakan untuk jajan.

Ketika ibu saya tahu bahwa uangnya hilang ia menangis sambil terbata berkata, "Pokoknya yang ngambil uangku kualat… yang ngambil uangku kualat…" Uang itu sebenarnya akan digunakan membayar hutang oleh ibuku. Melihat hal itu saya hanya terdiam dan tak berani mengaku bahwa sayalah yang mengambil uang itu.

Usai berdoa saya merenung, "Jangan-jangan inilah hukum alam dan ketentuan Yang Maha Kuasa bahwa bila saya berbuat keburukan maka saya akan memperoleh keburukan. Dan keburukan yang saya terima adalah penyakit isteri saya ini karena saya pernah menyakiti ibu saya dengan mengambil uang yang ia miliki itu." Setelah menarik nafas panjang saya tekan nomor telepon rumah dimana ibu saya ada di rumah menemani tiga buah hati saya. Setelah salam dan menanyakan kondisi anak-anak di rumah, maka saya bertanya kepada ibu saya "Bu, apakah ibu ingat ketika ibu kehilangan uang sebayak seratus dua puluh lima rupiah beberapa puluh tahun yang lalu?"

"Sampai kapanpun ibu ingat Mil. Kualat yang ngambil duit itu Mil, duit itu sangat ibu perlukan untuk membayar hutang, kok ya tega-teganya ada yang ngambil," jawab ibu saya dari balik telepon. Mendengar jawaban itu saya menutup mata perlahan, butiran air mata mengalir di pipi.

Sambil terbata saya berkata, "Ibu, maafkan saya… yang ngambil uang itu saya, bu… saya minta maaf sama ibu. Saya minta maaaaf… saat nanti ketemu saya akan sungkem sama ibu, saya jahat telah tega sama ibu." Suasana hening sejenak. Tidak berapa lama kemudian dari balik telepon saya dengar ibu saya berkata: "Ya Tuhan pernyataanku aku cabut, yang ngambil uangku tidak kualat, aku maafkan dia. Ternyata yang ngambil adalah anak laki-lakiku. Jamil kamu nggak usah pikirin dan doakan saja isterimu agar cepat sembuh." Setelah memastikan bahwa ibu saya telah memaafkan saya, maka saya akhiri percakapan dengan memohon doa darinya.

Kurang lebih pukul 12.45 saya dipanggil dokter, setibanya di ruangan sambil mengulurkan tangan kepada saya sang dokter berkata "Selamat pak, penyakit isteri bapak sudah ditemukan, infeksi pankreas. Ibu telah kami obati dan panasnya telah turun, setelah ini kami akan operasi untuk mengeluarkan bayi dari perut ibu." Bulu kuduk saya merinding mendengarnya, sambil menjabat erat tangan sang dokter saya berkata. "Terima kasih dokter, semoga Tuhan membalas semua kebaikan dokter."

Saya meninggalkan ruangan dokter itu.... dengan berbisik pada diri sendiri "Ibu, I miss you so much."

Kisah Pohon Apel

Suatu ketika, hiduplah pohon apel besar dan anak lelaki yang senang bermain-main di bawah pohon apel itu setiap hari. Ia senang memanjatnya hingga ke pucuk pohon, memakan buahnya, tidur-tiduran di bawah teduh dan rindang daun-daunnya. Anak lelaki itu sangat mencintai pohon apel itu. Demikian pula, pohon apel sangat mencintai anak kecil itu. Waktu terus berlalu. Anak lelaki itu kini telah tumbuh besar dan tidak lagi bermain-main dengan pohon apel itu setiap harinya.

Suatu hari ia mendatangi pohon apel. Wajahnya tampak sedih. "Ayo ke sini bermain-main lagi denganku," pinta pohon apel itu. "Aku bukan anak kecil yang bermain-main dengan pohon lagi," jawab anak lelaki itu. "Aku ingin sekali memiliki mainan, tapi aku tak punya uang untuk membelinya." Pohon apel itu menyahut, "Duh, maaf aku pun tak punya uang... tetapi kau boleh mengambil semua buah apelku dan menjualnya. Kau bisa mendapatkan uang untuk membeli mainan kegemaranmu. " Anak lelaki itu sangat senang. Ia lalu memetik semua buah apel yang ada di pohon dan pergi dengan penuh suka cita. Namun, setelah itu anak lelaki tak pernah datang lagi. Pohon apel itu kembali sedih.

Suatu hari anak lelaki itu datang lagi. Pohon apel sangat senang melihatnya datang. "Ayo bermain-main denganku lagi," kata pohon apel. "Aku tak punya waktu," jawab anak lelaki itu. "Aku harus bekerja untuk keluargaku. Kami membutuhkan rumah untuk tempat tinggal. Maukah kau menolongku?" "Duh, maaf aku pun tak memiliki rumah. Tapi kau boleh menebang semua dahan rantingku untuk membangun rumahmu," kata pohon apel. Kemudian anak lelaki itu menebang semua dahan dan ranting pohon apel itu dan pergi dengan gembira. Pohon apel itu juga merasa bahagia melihat anak lelaki itu senang, tapi anak lelaki itu tak pernah kembali lagi. Pohon apel itu merasa kesepian dan sedih.

Pada suatu musim panas, anak lelaki itu datang lagi. Pohon apel merasa sangat bersuka cita menyambutnya. "Ayo bermain-main lagi deganku," kata pohon apel. "Aku sedih," kata anak lelaki itu. "Aku sudah tua dan ingin hidup tenang. Aku ingin pergi berlibur dan berlayar. Maukah kau memberi aku sebuah kapal untuk pesiar?" "Duh, maaf aku tak punya kapal, tapi kau boleh memotong batang tubuhku dan menggunakannya untuk membuat kapal yang kau mau. Pergilah berlayar dan bersenang-senanglah ." Kemudian, anak lelaki itu memotong batang pohon apel itu dan membuat kapal yang diidamkannya. Ia lalu pergi berlayar dan tak pernah lagi datang menemui pohon apel itu.

Akhirnya, anak lelaki itu datang lagi setelah bertahun-tahun kemudian."Maaf anakku," kata pohon apel itu. "Aku sudah tak memiliki buah apel lagi untukmu." "Tak apa. Aku pun sudah tak memiliki gigi untuk mengigit buah apelmu," jawab anak lelaki itu. "Aku juga tak memiliki batang dan dahan yang bisa kau panjat," kata pohon apel. "Sekarang, aku sudah terlalu tua untuk itu," jawab anak lelaki itu. "Aku benar-benar tak memiliki apa-apa lagi yang bisa aku berikan padamu. Yang tersisa hanyalah akar-akarku yang sudah tua dan sekarat ini," kata pohon apel itu sambil menitikkan air mata.

"Aku tak memerlukan apa-apa lagi sekarang," kata anak lelaki. "Aku hanya membutuhkan tempat untuk beristirahat. Aku sangat lelah setelah sekian lama meninggalkanmu." "Oooh, bagus sekali. Tahukah kau, akar-akar pohon tua adalah tempat terbaik untuk berbaring dan beristirahat. Mari, marilah berbaring di pelukan akar-akarku dan beristirahatlah dengan tenang." Anak lelaki itu berbaring di pelukan akar-akar pohon. Pohon apel itu sangat gembira dan tersenyum sambil meneteskan air matanya.

Ini adalah cerita tentang kita semua.
Pohon apel itu adalah orang tua kita.
Ketika kita muda, kita senang bermain-main dengan ayah dan ibu kita.
Ketika kita tumbuh besar, kita meninggalkan mereka, dan hanya datang ketika kita memerlukan sesuatu atau dalam kesulitan.

Tak peduli apa pun, orang tua kita akan selalu ada di sana untuk memberikan apa yang bisa mereka berikan untuk membuat kita bahagia. Anda mungkin berpikir bahwa anak lelaki itu telah bertindak sangat kasar pada pohon itu, tetapi begitulah cara kita memperlakukan orang tua kita.

Sampaikan pada orang tua kita sekarang, betapa kita mencintainya; dan berterima kasih atas seluruh hidup yang telah dan akan diberikannya pada kita.